TOra - Toolkit For Oracle

NOTE: TOra was originally written by Henrik Johnson, with enhancements and additions by the open source community, and is now solely developed as an Open Source project. Any references to trial licenses or purchasing licenses purely apply to windows binary builds w/ versions prior to 1.3.15. Newer builds than that are 100% GPL licensed and can be freely used for any purpose.

NOTE: There is an incorrect readme file in the 1.3.18 version that says it is not free software. This file is incorrect, and is already corrected in CVS, but haven't done new release tarballs yet. ALL releases starting with 1.3.15 are 100% GPL licensed. (In fact, source has been GPL for quite some time, but it was not legal for anyone other than Henrik to do windows builds because they could only be done with the Non-Free Qt.)
            

            

The project is now being administered by Nathan Neulinger (nneul@umr.edu). If you are interested in becoming a developer for the project, please contact him.

-- Tora say : 'kekekekek lha wong nama orang kok di jadiin software kekekekeke'

                            

5 Perkara Sebelum 5 Perkara

Pagi yang cerah mewarnai hari ini, oke… bentar lagi akan tersibukkan dengan segala akrifitas yang ada.

 

Wuah dah lama gak nulis dib log jadi kaku neeh mau tulis apa ya.

 

O iya, saya jadi ingat 5 perkara sebelum 5 perkara :

 

  1. Sehat Sebelum Sakit
  2. Kaya Sebelum Miskin
  3. Lapang Sebelum Sempit
  4. Hidup Sebelum Mati
  5. Muda Sebelum Tua

 

Renungkanlah teman.. hidup hanya sebentar, bentar lagi juga kita mah nyusul yang udah duluan di sono.. ya mungkin seperti antrian di bank, ada nomor antri customer dan kita akan dipanggil apabila sudah saatnya. Ya seperti itu juga hidup kita, cuma kita gak tahu nomor antrian kita berapa.

 

Setiap kita kena musibah , sakit atau apapun maka mengingat hal di atas adalah kewajiban … ehm .. dengan mengingat hal tersebut, maka kita akan bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan sekarang. Kita gak tahu nomor antri yang ke berapa kita ini. Tapi yang pasti seberuntung seberuntungnya orang dialah orang yang bisa memanfaatkan waktu seminim mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin.

 

Semoga bisa mengingatkan kita dengan hikmah bersyukur

 

Tora Fahrudin

 

29 Februari 2008

Hikmah bersyukur

Ass wr wb,

Kalo kita melihat diri kita sekarang, sedih rasanya karena begitu beratnya diri ini untuk beribadah kepada-NYA, sedangkan kalo kita coba untuk menengok rosulullah saw, beliau sangat bersemangat dan bersusah payah beribadah sampai larut malam dengan kaki beliau yang membengkak, padahal beliau sudah di jamin surga oleh 4JJI swt.

Bahkan sampai istri beliau sayidatina aisyah  berkata "Ya Rosulullah, bukankah engkau telah di jamin syurga, Mengapa engkau masih bersusah payah begini"

Jawab rosulullah saw  "Ya aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-NYA yang bersyukur."

Esensi yang dpt di ambil adalah "BERSYUKUR" ... jadi rosulullah ingin menekankan arti bersyukur di sini, okelah ... memang kita tdk di jamin surga oleh 4JJ I swt, tetapi apapun itu, dengan mensyukuri yang telah 4JJI berikan yaitu iman dan islam saya pikir adalah sebuah modal dan karunia yang besar yang 4JJI berikan kpd kita lebih dari segalanya. Dengan itikad untuk bersyukur atas apa yang 4JJI berikan insya allah menjadikan sebuah pemicu bagi kita untuk terus beribadah dan selalu meningkatkan ibadahnya (Sesuai dengan kadar kemampuan kita).  Surga tidak didapat hanya dengan ibadah dan amal perbuatan, tetapi dengan ridho dari 4JJI dan 4JJI ridho pada orang2 yang bersyukur..

So apapun kondisi kita sekarang, bersyukur adalah sebuah kewajiban dari hati untuk merespon kondisi tersebut, orang yang bersukur akan di tambah nikmatnya oleh 4JJI swt.... ya 4JJI jadikan km sebagai orang yg bersyukur, smg dengan bersyukur engkau bukakan pintu rizki yg lebar dan pintu hidayah serta keridhoan-MU ya rob ...

Wass wr wb
(CMIIW = Correct Me If I Wrong)
Tora Fahrudin
10 February 2006
20:13 WIB

Kembali pd Sang Kholiq


Di saat bencana melanda ....

 

Gempa terjadi di Jogja, Sumatra, dan sebagian pulau Indonesia lainnya ...

Banjir yang menggenangi hampir seluruh Jakarta....

Lumpur lapindo yang seakan akan jenuh terus berada di dalam perut bumi

Tsunami yang menerjang saudara-saudara kita di Aceh

Demam Berdarah dan Chikungunya yang semakin marak di Jabar, DKI Jakarta,dsb ...

Musibah Adam Air dan KM Senopati yang membuat bulu kuduk berdiri .. T_T

 

Di saat kejahatan dan fitnah merajalela ....

 

Ibu tega bakar anaknya

Bapak tega perkosa anaknya

Suami tega bunuh istrinya

 

Disaat semua serba tidak jelas

Disaat itulah semua jawaban atas pertanyaan terjawab dengan gamblang dan jelas dan tidak terbantahkan oleh siapapun orang yang berakal di dunia ini ...

 

4JJI engkaulah jawaban semua ini ....

4JJI engkaulah sebaik-baik pelindung ....

4JJI pada-MU lah kami bertaubat atas segala apa yang telah kami lakukan ini .... lupa dan khilaf menyelimuti hari hari kami, ketamakan, egois, sombong mewarnai hari2 kami ...

 

4JJI dunia fana ini telah menjerumuskan kami sampai lupa kepada-MU

4JJI pantas bagi-MU untuk menghukum kami .. pantas bagi-MU untuk memberi sedikit cobaan ini ... dengan harapan agar kami sadar dan kembali pada-MU, pd dzat yang Maha Kasih, pd dzat yang Maha Pengampun, pd dzat yang Maha Penyayang .. pada dzat yang Maha Kuasa atas segala-galanya ...

 

Al-Baqarah:255 

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi [161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

 

 

Ya 4JJI, mungkin kami bukan orang yang alim dan abid, tapi setitik harapan kami untuk menjadi seorang muslim yang beriman dengan sebenar-benarnya iman membuat kami termasuk kedalam golongan orang – orang yang engkau beri hidayah, ampunan, rahmat dan naungan-MU.

 

 

Ya 4JJI terimalah rintihan hati seorang manusia lemah yg hanya bisa merintih lewat tulisan dan do’a ini, berharap agar Yang Maha Mendengar memberikan hari esok yang lebih baik bagi bangsa ini dan menjadikannya bangsa yang makmur dan penuh rahmat dari-NYA.

 

Hud:061 

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya [726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)."

 

 

Tora Fahrudin

9 february 2006

20:23 WIB

Bedakan halal dan haram

Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi
Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita
kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim

Sekedar mengingatkan...

"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara: (1) Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya (2) Apabila ia mengundangmu engkau memperkenankan undangannya (3) Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya (4) Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya) (5) Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya (6) Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya."(HR.Muslim dan Tirmizi)

Niat yang baik terhadap teman

"Do'a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah do'a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakilnya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tsb berkata aamin dan engkaupun mendapatkan apa yang dia dapatkan"(HR Muslim).

So ... marilah kita berdo'a untuk sodara kita baik yang ada di dekat kita maupun untuk sodara kita yang ada di jauh sana ..

Untuk saudaraku seiman semoga 4JJ I memberikan hidayah dan petunjuk-NYA bagi kita semua, dimudahkan bagi kita rizki,jodoh di dunia dan kehidupan d akhirat kelak ..

Untuk saudaraku yang ada di palestine dan dimanapun engkau berada .. mungkin aku tidak bisa banyak membantu ... hanya niat yang tulus dari lubuk hati ini berdo'a semoga 4JJI selalu memberikan pertolongan-NYA pada kalian semua ,kesabaran serta ketabahan pada kalian .. dan di mudahkan jalan kalian untuk menang dalam membela hak kalian atau syahid di jalan 4JJ I .

Semoga 4JJ I yang  Maha M endengar dan Melihat meridhoi niat tulus ini sebagai ibadah dan sebagai jembatan bagi pertolongan-NYA pada umat muslim di seluruh dunia .. amien

Ya allah berikan hidayah-MU

                                                                                                                                                                                 
23 September 2006 - 08:48
Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka   
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
 
               

Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.

Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.

Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.

Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.

Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.

Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.

Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"tuturnya.

Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.

Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.

Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.

Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.

Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.

Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.

Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.

Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.

Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.

Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.

Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.

Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.

Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.

Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.

Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.

Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.

Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.

Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan," ujarnya.

Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.

Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."

Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.

Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, "Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang paman menutup kisah tersebut. ***

-------
Adi Sutrisno,
Wartawan Riau Mandiri

Berita terkait bisa dilihat di http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/

Anugerah dari ALLAH

Buat semuanya aja …

 

Aku punya cerita

 

Ada

seorang gadis miskin yang selalu tersenyum ketika melewati sebuah toko.

Ternyata d toko tersebut banyak terpampang perhiasan … yang mahal dan indah

 

Demikian gumam gadis itu

“Wah .. kapan ya aku diberi kesempatan oleh ALLAH untuk bisa membeli perhiasan tersebut dan di bawa pulang…”

 

Sejenak gadis itu merenungi nasibnya dan berdiri membisu di tepi outlet yang megah … Gadis itu lama tertegun sampai akhirnya dia menampakkan wajah cerianya dan berujar

 

Insya Allah kalo aku berdo’a dan berusaha niscaya aku akan mendapatkannya nanti , bahkan mungkin ALLAH akan memberinya dengan yang lebih bagus dari yang di pajang di outlet itu. Aku enggak perlu tergesa gesa untuk segera memilikinya, apalagi dengan keadaanku sekarang yang serba kekurangan.

 

Ya seperti itulah yang ada di benak gadis itu …. So .. dia mulai berbalik langkah untuk segera pergi ke tempat kerjanya dengan semangat yang gigih walau dia tidak tahu pasti sampai kapan impiannya untuk memiliki berlian itu segera terwujud.

Ada

satu hal yang sangat di syukuri oleh gadis itu … dia tidak pernah terpikir untuk mendapatkan berliannya dengan cara yang tidak halal …

 

Thanks,

 

Tora Fahrudin

It's very nice

Seorang remaja yang merasa mempunyai kenangan indah di sebuah tempat .. kini merasa bahagia karena dia mempunyai kesempatan untuk mendatangi tempat tersebut lagi.

 

Tempat yang ketika dia kecil menjadi tempat baginya untuk

melepas segala gelisah dan susah …

 melepas rutinitas sekolah …

 

Sungguh senang hati remaja tersebut .. begitu mendapatkan kesempatan lagi untuk mendatangi tempat itu lagi …

 

Walau sekarang kondisi sudah berbeda

 Kondisi sudah tidak seperti dahulu lagi

 Banyak yang berubah dengan tempat itu

 Tempat tersebut sudah menjadi tempat umum yang ramai

 Tempat tersebut sudah tidak menjadi tempat rahasia si remaja

 Tempat tersebut sudah bukan seperti dulu lagi …

 

Tapi walau begitu, tampaknya remaja tersebut cukup puas bahkan bahagia karena tempat rahasianya ternyata berbuah untuk kebaikan orang lain. Kini tempat itu tak lagi sunyi dan sepi seperti dahulu ketika di temukannya sewaktu kecil. Tempat tersebut penuh dengan keluarga-keluarga yang tampak bahagia bercanda dengan anak dan istri mereka.

 

Remaja tersebut bergumam

Alhamdulillah ya Allah, kini tempat yang ketika aku kecil hanya memberikan keindahan dan kebaikan untukku saja, tetapi sekarang tempat ini bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain … ” sembari tersenyum kecil melihat para keluarga yang sedang menikmati hidangan siang di situ.

Sunday, October 8 2006
DBL
Tora Fahrudin